A.
Pengontrolan Motor dengan DOL
Perhatikan rangkaian gambar 2-4 pada bab 2,
(rangkaian pengontrol motor asut langsung DOL). Apabila tersedia tegangan untuk
rangkaian daya dan rangkaian kontrol, tekan tombol ON, kontaktor K akan
bekerja, lampu H1 akan menyala dan
Indikator
Keberhasilan: Pengontrolan motor dengan DOL, dua arah putaran, pengasutan
bintang-segitiga, berurutan dan kecepatan putar motor dijelaskan dan
dilaksanakan dengan benar. 37 motor akan bekerja. Setelah tekanan ke tombol
ON dilepas, tombol ON kembali keposisi NO, rangkaian kontrol tetap bekerja,
karena fungsi Tombol ON diambil alih oleh kontak NO nomor 53 – 54 kontaktor K
(saklar pengunci). Apabila arus ke motor naik melampaui arus penyetelan TOL F2,
maka TOL F2 akan bekerja yang mengubah posisi kontak-kontak relainya. Kontak
relai TOL F2 nomor 95 – 96 berubah posisi dari NC ke posisi terbuka. Akibatnya
hubungan rangkaian kontrol sumber tegangan terputus dan sistem pengontrolan
motor berhenti beroperasi. Apabila hal ini terjadi, periksa dan analisa
gangguan yang mungkin terjadi terhadap sistem operasi motor. Untuk
mengembalikan sistem kontrol ke posisi semula adalah dengan menekan RESET
agar kontak relai nomor 95 – 96 kembali ke posisi semula (NC). Untuk
menghentikan motor adalah deng
B.
Pengontrolan Motor dengan Dua Arah Putaran
Gambar 1.0 Diagram Daya
Dengan
membalik polaritas tegangan input ke stator motor induksi 3 fasa maka medan
putar yang dihasilkannya juga berubah
arah. Karena putaran rotor searah dengan medan putar stator, oleh sebab itu
dengan mengubah polaritas tegangan input maka putaran rotor juga berubah arah.
Pada gambar 1.0, (diagram daya) dan gambar 1.1, (diagram kontrol) diperlihatkan
suatu pengontrolan motor tiga fasa dengan dua arah putaran (reverse-foward).
Gambar 1.1 Diagram Control
Dengan menekan tombol ON1
di tekan dari gambar 1.1, akibatnya kontaktor K1 bekerja dan lampu H1 menyala
maka motor berputar searah jarum jam. Kemudian tombol ON2 ditekan, kontaktor K2
tidak bekerja karena kontak 61- 62 kontaktor K1 posisi terbuka. Untuk merubah
arah putaran motor ke arah yang berlawanan dengan jarum jam, sistem harus
distop terlebih dahulu dengan menekan tombol OFF. Kemudian tekan tombol ON2,
motor akan berputar 40 berlawanan dengan arah jarum jam. Demikian sebaliknya
kontaktor K1 tidak dapat bekerja walau tombol ON1 ditekan. Untuk keandalan
proteksi motor dari gambar 1.0, dilengkapi dengan dua buah TOL, yaitu F2 dan
F3. Batas arus penyetelan antara F2 dan F3 harus sama, bila sifat dan besar
pembebanan motor berbeda arah putaran tetap sama.
Itu saja dari saya SEMOGA
BERMAFAAT

Comments
Post a Comment